Minggu, 13 Juli 2008
Tradisi musim buah...
Suatu kebiasaan ku selama musim buah di bandara adalah menyambut para pilot untuk mencicipi buah-buahan khas Kalimantan utamanya daerah Tanjung, maklum daerah ini terkenal dengan buah Langsat (Duku) Tanjung, Durian, Rambutan, dan masih banyak buah-buah hutan yang mungkin tidak akan pernah mereka temui di supermarket seperti Pitanak, Tarap, Layung, Pepaken, Binturung de-el-el. Tapi para penerbang itu lebih suka jika kubawakan Duren dan Madu.
Terkadang sebelum take off dari Sepinggan mereka mengontak-ku untuk menyiapkan pesanan mereka. Aku bahkan pernah membeli Duren hampir satu mobil pick up untuk mereka bawa pulang entah mau dibagi-bagi dengan rekan atau malah gelar tiker di pasar rakyat untuk jualan....!!!
Tapi memang diakui Duren Tanjung lain dari pada yang lain, baunya yang khas menyengat dan rasanya yang dahsyat membuat mereka ketagihan, tapi awassss... kalo tidak tahan akan jadi kewalahan, terutama yang punya penyakit jantung, darah tinggi dan stroke...
Setelah mendarat mereka menemuiku di ruangan dan sudah jelas hidangan buah durian siap santap di meja, mereka pun makan dengan lahapnya malah mau minta lagi, tapi aku tetap mengontrol nafsu mereka, karena tugas mereka masih berat yaitu membawa Cassa kembali ke Balikpapan...
"Wah perutku dah panassss. Apa ga mabuk nih kalo kebanyakan" ucap seorang pilot,
Sebenarnya mabuk akibat makan Duren bisa dinetralisir dengan meminum air teh dari kulit Duren itu sendiri, dan mereka pun menurutinya...
Alhamdulillah tidak apa-apa!
Meminum teh dari kulit durian ini suatu rutinitas wajib bagi penerbang yang hendak terbang sehabis melahap duren, karena pernah kejadian bau duren yang begitu menyengat terkurung di dalam pesawat selama penerbangan, tentu saja bagi yang mencium bau ini akan merasa tidak enak (mabuk), sekarang bayangkan apa jadinya jika pilot yang bertugas menerbangkan pesawat mengalami mabuk Duren...
Sehingga tidak salah beberapa pilot terkadang mesti mengecek pasti isi bagasi pesawat mereka satu persatu ...ha...ha...ha...
M a d u
Selain Duren para penerbang yang kerap menerbangi jalur Balikpapan-Tanjung mereka juga sering mencari madu, biasanya aku berkeliling kampung mengumpulkan sejumlah madu dan kukemas di jerigen 2 literan. Pernah juga para pilot ini memintaku untuk mencarikan madu sebanyak 80 liter tentunya tidak sedikit waktu mengumpulkan madu sebanyak itu selain itu pula modal yang diperlukan tentunya tidak sedikit.
Mulai dari sinilah para pencari madu selalu mendatangi kantor atau rumahku untuk menawarkan madunya, terkadang mereka hanya memintaku untuk dapat membeli beras, masya allah jeritku dalam hati, dengan tasa kasihan kubeli madu mereka dan kupasarkan melalui polit ke Balikpapan, lumayan alhamduliiah hasilnya dapat dinikmati, sampai akhirnya sama halnya dengan bandara-bandara di Surabaya, Jakarta dan lainnya banyak menjajakan oleh-oleh untuk dibawa pulang, di bandaraku pun aku tidak mau kalah langkah, kususun madu dengan berbagai kemasan botol di etalase. Yah hitung-hitung nambahin uang kesejahteraan karyawan bandara...
Namun kualitas madu tanjung sekarang tidak lagi begitu bagus dikarenakan hutan-hutan tempat populasi lebah madu kebanyakan dibabat oknum yang tidak bertanggung jawab, walau pun sekarang masih ada penjual madu kualitas tinggi tentunya dengan harga yang tinggi pula,,,
Tarap Hidup Tinggi
Di daerah Tanjung Tarap Hidup Tinggi sekali, eiiit jangan salah asumsi...!
Tarap adalah semacam buah hutan yang ordonya sekelas nangka, dan cempedak tapi warnanya isinya putih dan bijinya kecil. Buah tidak banyak peminatnya karena perlu ketermapilan khusus dalam mengupas daging buahnya yang kecil perlu kesabaran teliti ha...ha...ha...
Sebagian orang memakannya hanya dengan di-emut saja dan dibuang, padahal bijinya enak kalo digoreng, oleh karena susahnya itu terkadang buah Tarap dipetik tidak dalam keadaan masak, untuk dijadikan "Wadi Tarap" / "Mandai Tarap" wah untuk yang satu ini lauk yang lain dari pada yang lain...bahkan mampu menggeser lauk daging da nsambal goreng hati yang sudah tersedia di meja makan.
Aku tidak begitu suka dengan Tarap tapi terkadang perasaan penasaran untuk mengambil selaput daging buahnya ini yang membuatku tidak beranjak dari hadapannya...
Apalagi kalo makannya sambil nonton tv kadang aku baru sadar kalo aku sudah habis 3 biji (wah rakusnya...) padahal maksudku untuk menghabiskan buah ini adalah dari pada busuk mending kubusikin di perutku saja hihih...hihiih..., melihat kelakuanku ini, pikir ayahku aku senang dengan buah Tarap ini, akhirnya besok beliau membelikan beberapa biji lagi ....(ya ampuuuunnnn)
Bijinya tidak disia-siakan oleh ayah, dengan cara sangrai maka jadilah kacang Tarap yang rendah kolesterol dan bebas asam urat...
Yang membuatku lucu adalah kacang biji Tarap ini karena saking banyaknya di rumah, ayah memawanya ke kantor dan ternyata laris manis sampai-sampai pejabat tinggi atasan ayah menyantapnya....hi..hi..hi...
Ayah hanya tersenyum kecut, seandainya mereka tahu, padahal semua bijinya itu hasil kerja kerasku nge-mut......ha...ha....a..ha.ha.h..
Fache
Senin, 07 Juli 2008
Wah Fokker-27 mendarat (Overload)
Bulan puasa atau bulan suci Ramadhan membuat umat muslim mengingat kedekatan mereka dengan sang khaliq, namun bagiku bulan ini mengingatkanku pada suatu kejadian di airport yang membuatku tertawa lucu bahwa betapa bodohnya aku dulu...
he...hee...he...(penasaran..???)
Airport Warukin dikelola oleh perusahaan tambang minyak, markasnya di jakarta namun Balikpapan sebagai tempat penyulingan minyak mentah membuat hubungan Tanjung-Balikpapan sangat erat.
Pada saat itu jalan darat masih agak susah, harus meniti gunung curam sampai kemiringan lebih 45 derajat dan biasanya dapat ditempuh dalam waktu 8-9 jam. Oleh karena itu jalur udara (Warukin - Sepinggan) lebih diminati, hanya perlu waktu sekitar 1 jam penerbangan.
Di penghujung Ramadhan kira-kira H-2 banyak karyawan/wati perusahaan yang hendak mudik ke Balikpapan,
Pada saat itu dengan jumlah penumpang yang begitu banyak aku mengontak Balikpapan agar dapat menyiapkan 3 flight dengan pesawat Cassa-212, namun meraka hanya bisa menyediakan 2 buah Cassa-212 dan 1 Skyvan.
Cassa-212 dapat dimuati penumpang sebanyak 15-18 orang dan Skyvan hanya 12 orang saja.
Flight pertama dan kedua adalah Skyvan dan Cassa, berarti masih ada satu flight terakhir dengan menggunakan Cassa, namun aku melihat sekitar airport dan passenger list masih ada puluhan penumpang yang belum terangkut, aku berusaha ngontak Balikpapan untuk dapat menambah 1 flight lagi, namun tetap saja tidak ada respon dengan alasan semua armada harus menjemput karyawan yang ada di Sangatta, Tarakan dan Bunyu...
Checking lagi passenger list ternyata 25 orang lebih belum terangkut sedangkan seat yang tersedia maksimal 18 penumpang,
Semua petugas bandara dikumpulkan dan briefing untuk mencari solusi, beragam pendapat dilontarkan untuk keselamatan penerbangan, akhirnya yang duluan terdaftar dialah yang bisa berangkat, namun hasilnya tidak diterima karena sebagian penumpang harus terpisah-pisah, ada yang suaminya daftar belakangan, ada juga anaknya terpaksa tinggal...
Mengingat karyawan/wati ini juga sebagian staf di perusahaan mau tidak mau harus kami layani pula...
Tidak lama Cassa mendarat, aku langsung menghampiri captain Pilot, namanya Aviandono (alm) dan menceritakan permasalahan yang terjadi.
"Sebentar pak saya ke kokpit dulu" , Capt. Aviandono menemui rekannya di Cockpit dan dari kejauhan ku amati dia dan co-pilot terlihat berdebat panjang namun akhirnya Captain Aviandono keluar dengan muka serius dan menyampaikan bahwa :
"Penumpang semua bisa diangkut namun bagasi mereka yang seperlunya saja kalo perlu hanya keperluan sehari-hari saja"
Akhirnya pihak Pasasi menemui semua penumpang dan diadakan briefing, mereka pun rela tidak membawa bagasi asal bisa kumpul keluarga lebaran nanti...
Sebelum Take off...
Captain melakkan preflight check dan yang aku salutkan dari Captain Aviandono sebelum memberi sinyal penumpang boleh masuk ke pesawat terlebih dahulu dia meminta co-pilot memasang brake lalu memintanya menghidupkan kedua engine dengan full thortle kurang lebih 15-20 menit, ternyata tindakan ini diambil untuk mengurangi beban bahan bakar terhadap pesawat yang diperkirakan sisanya masih dapat menerbangkan Cassa sampai ke Sepinggan Balikpapan.
Yang terasa lucu adalah ketika semua penumpang masuk tempat duduk hanya ada 18an kursi sedangkan penumpang 25 lebih,
Sebenarnya pesawat Cassa ini mirip seperti mobil Colt minibus biasa juga disebut Aviocar (Aviation Car / mobil terbang / taksi terbang) dengan kapasitas 18 orang, harus diisi 25 orang, Anda bisa bayangkan sendiri...
padahal yang pantas mengangkut penumpang sebanyak ini adalah pesawat jenis Fokker 27 dengan muatan hingga 30 penumpang,
Konon menurut petugas loading, penumpang berdesakan di dalam ada yang dipangku, duduk berbagi dengan Flight Enginer, di gang, bahkan ada yang berdiri termasuk pramugaranya (kasihan)...
Penerbangan ini benar-benar gambler...
Spekulasi antara kepentingan keselamatan dengan kepentingan penumpang...
Jika salah satu penumpang komplain maka pihak pengelola di bandara akan ditegur keras, terlebih aku yang memegang otoritas bisa-bisa semua kualifikasiku dalam bidang penerbangan dicabut Menteri Perhubungan...
Setelah Take off
Alhamdulillah pesawat take off lancar-lancar saja tidak ada gangguan, kami semua merasa was-was dan tidak ada satu pun petugas yang mau pulang sebelum mendapat informasi pesawat ini sudah landing di Sepinggan...
Aku selalu mengontak pesawat dari radio komunikasi dengan Capt. Aviandono (alm), untuk memastikan penerbangan mereka aman-aman saja...
Capt. Aviandono (alm) merupakan salah satu dari sederetan penerbang senior yang lalu lalang di Kalimantan, dia dikontrak oleh perusahaan untuk menerbangkan pesawat Cassa.
Dia meninggal akibat kecelakaan pesawat yang diterbangkannya mengalami engine error dan nyungsep ke sungai di daerah Sumatera, sungguh pahit bagi kami, itulah salah satu kenangan kami dengan sang elang...
Landing
Semenjak Capt. Aviandono meminta leaving aerodorme kami sudah kehilangan kontak dengan pesawat, tapi masih ada radio SSB yang dapat kontak ke Control Balikpapan.
Alhamdulillah lagi Cassa dapat mendarat mulus di Sepinggan, aku tidak dapat membayangkan seandainya pendaratan mereka gagal, biasanya jika pesawat overload akan susah dikendalikan, bisa saja akan terjadi overshoot dan kondisi Sepinggan Airport adalah di pinggir laut. apa jadinya jika di Sepinggan sedang hujan lebat dan landasan basah dapat mengakibatkan aqua planning selanjutnya overshoot dan pesawat kehabisan landasan dimana pesawat juga sudah kehilangan daya lift dan pilot tidak memiliki kesempatan menambah tenaga...??? Jawabnya sudah tentu nyemplung ke laut...
Petugas ground handling yang melayani terbelalak sambil geleng-geleng melihat dengan deretan penumpang yang keluar dari pesawat banyak sekali,
"Wah ini mah Fokker-27 yang mendarat....!"
Fache
Jumat, 04 Juli 2008
Warukin Feet 197 & 666 flight (triple six flight)
Bandara kelas C dengan panjang kurang lebih 800 meter hanya bisa didarati pesawat jenis Casa Aviocar C-212 dan sejenisnya. Gampang terlihat ketika kita melintasi jalan trans Kalimantan, Banjarmasin-Tanjung-Balikpapan,
Warukin tempat aku bermain semenjak kecil...
mencari buah Karamunting, buah yang dihasilkan oleh tanaman perdu yang tersebar di sekitar bandara, rasa agak asam dan juga kadang terasa sepet...
atau berburu burung Punai, terasa lezat kalo digoreng dengan bumbu bikinan ibu...
Di ujung Runway 24 atau 06, garis-garis hitam tak beraturan dari rubber deposit yang mewarnai aspal hotmix landasan pacu mengingatkan ku pada masa-masa genting menunggu pesawat untuk mendarat di bawah bimbingan controll ATC-ku...
Dimana bandara masih dalam otoritasku...
sekarang sudah lama aku tidak bersamamu, apakah kau masih cantik dengan senyummu setiap menyambut tamu yang datang di pekaranganmu...??
Aku rindu , bersamamu Feet 197 (Warukin WRBN)
http://www.world-airport-codes.com/indonesia/tanjung-warukin-9117.html
666 (baca : Triple Six) adalah kode panggilan untuk sebuah pesawat yang sedang terbang menuju Warukin airport (Tanjung), dimana sebelum mendarat awak pesawat berusaha mengontak control di darat untuk keamanan penerbangan...
Seperti biasanya setiap pesawat yang hendak menuju ke suatu bandara, sebelumnya awak pesawat / crew mesti melakukan kontak komunikasi terlebih dahulu, bisa saja diawali dengan request weather info mengenai tentang prakiraan cuaca mengenai keadaan awan, ketinggian awan, kecepatan dan arah angin, serta suhu udara di sekitar bandara atau pemberitahuan posisi keberadaan pesawat ...
Dalam keheningan siang aku menunggu 666 ditemani beberapa rekan kerja di control ATC,
10 menit berlalu dari percakapan terakhir dengan awak pesawat dimana mereka sudah bersiap-siap untuk approach, namun 666 tidak melakukan kontak lagi untuk priority landing yaitu permintaan utama pendaratan, dan selama itu pula 666 pun tidak kelihatan sama sekali...
dalam hati aku bergumam "wah GAWAT" , keadaan ini lah yang membuat spot jantung menjadi berdegup cepat, keringat dingin mulai terasa mengalir, kecemasan ku tergambar pula di muka ke dua rekan di samping ku...
Aku mengontak personal darat untuk mengawasi di ujung Runway 06 dan salah satu rekan di ATC dengan sigap mengambil binokuler dari menara pengawas mencari titik hitam disela-sela gumpalan awan putih dan birunya langit yang menandakan bahwa itu 666...
Jawaban mereka pun sama " Negative Captain "
Aku pun mengambil mikropon dan menekan PTT berusaha mengontak ulang 666, beberapa kali panggilan tetap tidak dijawab juga, aku belum bisa mengambil keputusan apakah sudah dalam keadaan emergency, aku hanya bisa berusaha untuk tidak panik begitu juga rekan disampingku...
Akhirnya suara kemerosok memecah keheningan ATC dari 666 terdengar
"666 five minute landing...."
aku pun dapat bernafas lega, wah ada apa gerangan ???, dua rekanku geleng-gelang sambil menyumpah-nyumpah namun pucat di muka mereka memudar sedikit demi sedikit...
Tugas ATC membimbing pesawat untuk mendarat tidaklah mudah, semenjak mereka memasuki aerodrome bandara, tanggung jawab keselamatan penerbangan ada di tangan ATC, ATC berhak menolak / mengijikan pesawat mendarat ataupun take off, dalam keadaan seperti ini saat aku bertugas maka 1/2 badanku sudah masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan keselamatan penumpang, keselamatan barang, keselamatan awak pesawat yang jelas keselamatan penerbangan . . .
Tidak lama kemudian flashlight dari badan pesawat terlihat berkedip, dan kami mengawasi terus apakah ada sesuatu yang error pada 666. Propeler normal berputar, tidak ada asap hitam di engine, landing gear lengkap dalam hati kami bertanya-tanya seakan mengingatkan lagu Peter Pan "ada apa dengan mu???"
666 mendarat, taxi dan parkir di apron aku pun lari menuju pesawat untuk memastikan keadaan, dan semuanya memang terlihat normal-normal saja...
Captain Pilot dan Pilotnya menghampiri ku dan mengucapkan maaf
" Maaf kami tidak menjawab radio call Anda dan tidak meminta izin terlebih dahulu , kami sedang membawa penumpang VIP dari Komisi V DPR RI, padahal kami tadi sudah prepare landing tapi mereka ingin melihat-lihat dulu lokasi tambang minyak, Batu bara dan aliran sungai, makanya approach kami lama banget..."
Ha...ha....ha.... tawa ku pun meledak...!!!
Fache
Senin, 09 Juni 2008
Orang sukses di sekelilingku
Sesuatu yang diharapkan oleh kita sebagai umat manusia tentunya adalah tidak lain kesuksesan di segala bidang yang kita tekuni. Baik itu kesuksesan selama kita hidup di dunia maupun sukses (keselamatan) di akhirat atas ikhtiar kita selama in. Namun apakah syarat-syarat menuju kesuksesan tersebut sudah kita penuhi…??
Base on true story kata orang bule bilang, sesuai dengan observasi sehari-hari maka gue mendeskripsikan beberapa tokoh dan rekan-rekan yang bisa dikatakan sukses.
1. Siapapun kenal dengan tokoh nasional ini, mantan Presiden Republik Indonesia ke-3, dikenal dengan bapak pembangunan IPTEK dengan prakarsanya membangun IPTN sekarang PT.DI, Prof. B.J. Habibie Eng.
Kesuksesan beliau dapat diraih dengan usaha beliau atas seimbangnya antara urusan dunia dan akhirat, untuk urusan agama beliau tidak main-main. Setiap malam Tahajjud dan baca al Quran adalah menu sehari-hari, dekat dengan al Quran adalah kuncinya. Kebiasaan beliau adalah membaca al Quran di waktu senggang dan kitab ini selalu menemani beliau kemana pun beliau pergi.
Sayang bangsa Indonesia tidak dapat menghargai secara penuh atas jerih payahnya dan suatu yang ganjil justru Jerman bersedia merekrut beliau. Mungkin itu cobaan yang harus beliau hadapi.
“Doa saya bersama mu pak, bapak adalah panutan saya…”
2. Ika Yuniar Wulandari (cerita lengkap di-blog sebelumnya), ibadah yang terjaga baik wajib maupun sunat, al Quran juga merupakan menu sehari-hari, terutama setelah magrib sambil mengajari anak-anak kecil baik adik-adiknya, sepupu bahkan anak tetangga sekitar. Maka sesuai janji Allah SWT untuk meninggikan derajat bagi barang siapa yang mengimani al Quran.
Atas kerja kerasnya akhirnya Ika mendapatkan beasiswa untuk belajar di Jerman, dan kalau saya tidak salah dia bekerja sama dengan keduataan besar Departemen Luar Negeri. Terakhir kontak (akhir Juni 2008) Ika berpamitan untuk berangkat ke Sydney melanjutkan study S2nya..!!!
3. Arqom, lulusan pesantren waktu di sekolah menengah prestasinya bisa dibanggakan. Dapat mewakili daerah untuk ikut kompetisi keahlian (Skill Competition) di Bandung bidang yang dilombakan adalah Technical Support untuk PC. Sedangkan dia saat itu siswa SMK yang jurusannya Netwok Akses yang sudah pasti bertolak belakang 180 derajat dari keahlian yang ia dapat di bangku sekolah, atas minat dan bakat serta kedekatannya dengan al Quran pula ia bisa berhasil menggondol piala, dan sekarang sudah menjadi pegawai tetap di instansi daerah tepatnya PDAM sebagai Tech Supp.
4. M. Hendra Saputra, sering dicemooh oleh teman-teman di kelas. Namun kegigihan untuk mencari beasiswa akhirnya ia bisa ikut belajar di VEDC, sebagai tambahan ilmu yang nantinya jika ia lulus ia bisa bergabung dengan sekolah kejuruan yang mengirimnya. Sekali lagi atas kegigihan dan kedekatannya dengan Allah SWT maka ia berusaha untuk mencari beasiswa ke luar negeri, kebetulan ada program pertukaran mahasiswa dan dosen hingga akhirnya ia terpilih untuk mewakili mahasiswa. Lumayan untuk belajar setahun di negeri orang hitung-hitung nambah wawasan, untungnya tidak ada biaya pendidikan dan perumahan yang dikeluarkan selama disana. Sekarang Hendra sedang belajar praktek industri di Avira Gmbh perusahaan anti virus yang terkenal itu loh…
5. Ditto, seseorang yang gigih prestasi di sekolah tidak begitu menonjol namun pendidikan agama yang dianggapnya kurang di kelas mengantarkannya untuk mempelajari agama secara lebih giat lagi di luar lingkungan sekolah. Yang interes dari diri Ditto adalah perlakuannya terhadap kita al Quran yang selalu di bawanya dalam perjalanan ke Semarang untuk mengikuti suatu kegiatan. Selama perjalanan itu Ditto memeluk al Quran dan dikala bosan perjalanan panjang sesekali dibukanya lembaran kitab tersebut. Disaat kami beristirahat di hotel dan sambil mempersiapkan materi untuk lomba besok justru Ditto santai-santai aja dan enjoy dengan kitabnya. Alhamdulillah hasilnya memuaskan.
Dengan usaha gigihnya Ditto sekarang sudah bekerja di Bea Cukai Soekarno-Hatta Cengkareng.
6. Imam Thoifur seorang penerbang mampu menerbangkan pesawat tempur bangsa ini yang tentunya memerlukan perjuangan keras untuk bisa duduk di cockpit pesawat Hawk 100/200, kesehariannya yang selalu mengamati angkasa hingga akhirnya ia mendapatkan titik cerah atas kekuasaan Allah SWT atas ciptaanNya di alam semesta ini, atas segala kehendakNya atas kejadian-kejadian selama ia mengendalikan pesawat tempur, hal ini mengakibatkan lahirnya kedekatan dengan sang khaliq. Pangkat terakhir sebagai pamen yang akhirnya melanjutkan karirnya di sipil dengan membawa pesawat komersil.
Betapa dekatnya bang Imam dengan yang kuasa sehingga setiap saat start engine dan di saat genting take off dikala pesawat sudah airborne roda-roda pesawat sudah tidak menyentuh tanah sekali lagi do’a kepada sang pemilik bumi dan langit beserta isinya diucapkan, yang menyatakan bahwa tidak ada manusia manapun dapat menerbangkan sesuatu di muka bumi ini walau itu sehelai sayap nyamuk pun tanpa izinNya.
7. Pak Zainal, guru saya waktu SMA dulu, beliau adalah guru / pengajar yang kompleks, beliau mengajar saya ilmu Fisika namun tidak ketinggalan dengan hukum-hukum rumus kimia serta hitungan matematis yang angkanya hidup di lingkungan trigonometri, selain itu beliau memaparkan ilmu tesebut dalam 3 bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.
Bukannya beliau menyombongkan diri akan tetapi itulah yang beliau create untuk sebuah image SMU Unggulan, keunggulan apa yang akan kami bawa ke masyarakat nanti hingga akhirnya metode beliau memicu kami untuk belajar menggunakan banyak literatur khususnya bahasa dan tidak menutup kemungkinan ilmu fisika kami diambil dari General Physics terbitan luar.
Hubungan yang kental dengan ibadah kepada Allah SWT ditambah pemahaman bahasa Arab yang beliau kuasai dapat mengantarkan beliau untuk belajar ke England dua kali dan mendapatkan gelar master beliau disana.
8. Pak Darma, sosok sederhana jebolan IAIN yang mengimplementasikan ilmunya di kehidupan sehari-hari sebagai pengajar di beberapa sekolah menengah. Dulunya ia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hingga akhirnya Allah menjawab segala keimanannya untuk menyempurnakan ibadahnya hingga ia sekarang menjadi jutawan dengan asset di berbagai bidang. Sebagai teman bisa diajak untuk ngobrol, sebagai pengusaha yang bisa mengembangkan usah-usaha kecil dan dapat menampung tenaga kerja, sebagai ustadz yang dapat mengimami ibadah kami sekaligus sebagai konsultan hati.
Suatu saat kami mendapat tugas ke Kalimantan Timur dan saya mengamati kegiatan beliau sehari-hari, sholat sangatlah utama dan al Qur’an tetap menjadi menu setiap hari pula. Sepanjang perjalanan tentunya dzikir pun tidak lepas dari mulut beliau, apalagi ketika di medan yang sangat rawan. Mulanya saya ragu mengemudikan mobil namun dengan meniru beliau berdzikir akhirnya perjalanan kami selamat sampai tujuan, alhamdulillah.
Walau dalam perjalanan dan tugas setiap tengah malam beliau bangun untuk tahajjud, hingga kini cara beliau saya tiru bangun dikala waktu subuh belum tiba dan mendirikan shalat dua rakaat. Thanks a lot pak Darma buat wisata hatinya.
9. Pak Mahdi, psikolog yang pernah punya kerjaan mengiringi jemaah haji Indonesia ke tanah suci, selama 5 tahun beliau mukim di sana tentunya tidak sedikit pula ilmu agama yang sudah beliau teguk, terlebih dengan emahaman tentang al Quran. Jika ada waktu luang kami sering ngobrol sekalian konsultasi, yang bikin enak itu lantaran siraman konsul dibarengi dengan siraman rohani yang dipetik dari al Quran dan hadist, sehingga hati ini tenang dan tenteram. Salut buat beliau dalam penanganan siswa dengan system character building, apalagi terhadap siswa-siswa yang bermasalah, namun kurangnya dukungan yang membuat kinerja beliau masih belum terlihat maksimal. Tenang pak, saya akan dukung usaha bapak.
Inilah beberapa contoh orang-orang sukses, kesuksesan yang dibarengi dengan ikhtiar dan pendekatan ilmu agama. Intinya dekatkan diri dengan al Quran untuk menyempurnakan ibadah kita agar hablum minallah dan hablum minannas dapat berjalan secara selaras, seimbang baik dunia maupun akhirat.
wassalam
Rabu, 21 Mei 2008
Succes story...
Punya tetangga cantik, rambut ikal dengan suara yang agak sayup bisa dibilang suaranya seksi, sering ketemu kalo lagi nyante di depan rumah masing” lantaran sebelahan cuman dibatasi pagar pembatas halaman doing jadi ngobrol jarak jauh dengan teriak-teriak aja, kadang dengan suaranya yang sayup” terdengar kujadikan bahan olokan. Namanya Ika. Yang seru adalah panggilan kami, gue manggil dia atau sebaliknya dia manggil gue dengan “pai” kependekan dari tupai, lantaran kami sering memperhatikan tupai liar yang sering nangkring di pohon yang tumbuh di pembatas halaman kami.
Kami satu Es-Em-A dia anak Bahasa dan gue jurusan IPA tapi ilmu agamanya yang bikin gue terpana. Sholatnya terjaga, selepas magrib sering terdengar suaranya melantunkan ayat-ayat al Quran dengan irama yang khas. Kadang-kadang terdengar bacaan yang diulang-ulang dengan penekanan tertentu, setelah diselidiki ternyata dia sedang mengajari anak-anak kecil baik adik, sepupu bahkan anak-anak tetangga untuk belajar mengaji.
Pernah ngobrol tentang cita-cita dengan Ika, dia ingin mendalami ilmu bahasanya bahkan beberapa bahasa di negaranya langsung sedangkan gue tetap seperti minat untuk menambah wawasan di dunia penerbangan.
Selepas SMA Ika melanjutkan study di
Saat kami pisah selepas SMA cuman sms-an yang dapat menyatukan ifnormasi kami dan suatu saat gue lost contact dengan Ika, hingga akhirnya sms asing datang dengan nomor ponsel +4900xxx, gue baca “Pai apa kabar? Ini nomor gue, kapan kawin…?? Jangan lupa undangannya..!” , langsung aja gue balas…dan buru-buru mencari tahu nomor kode +49, dan dapat gue simpulkan bahwa nomer tersebut dari Eropa, persisnya German.
Subhannallah, Allah mengabulkan impiannya untuk belajar di
Seiring firman Allah swt, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu mengagungkan dzatNya, malaikatNya, kitabNya dan Rasul”Nya, maka Ika sudah menikmatinya…
dedicated to : Bravo, Ka (Tupai / sQuirEL)
Selasa, 20 Mei 2008
terbang lagi (sambungan)
(Continued by last post)
Sebenarnya hari sabtu iti libur tapi kalo kena tugas piket apa mau dikata…?? Pas kebetulan memang ada kerjaan yang statusnya lemburan jadi stand by aja di base.
Udah jam 15:00 mau siap” pulang tapi dihadang ama komandan, terpaksa batal rencana pulang cepetnya…he…he…he…
Komandan memberikan duty call berupa lembaran tugas / task force bahwa hari ini ada misi penjemputan (pick point) personel yang gue drop kemaren…
Jam
Kami take off persis 16:00, sebelum kami sudah ada team flight commander yang isinya para komandan dari beberapa divisi, dan agak aneh kenapa komandan yang duluan……??? Misi ini juga kami akan disupport oleh satu flight dari KD (Kilo Delta) yang take off dari arah utara, sedangkan kami dari arah selatan. Yang bingung lagi team back up kapan berangkatnya…??? He…he…he…
Sampai di RTU menjelang senja, gue pikir habis landing and park pasukan langsung loading dan take off RTB tapi ternyata dapat perintah untuk hold di LZ.
Hampir 4 jam kami menunggu, untunglah ditemani senior xxx jadi tidak membosankan. Perut kami laper dan gue sempat nyelutuk “Ndan kita nyari warung
Di radio dapat info scramble dari komandan dan masing” dari kami kocar-kacir menuju mobile unit starting engine menuju LZ ke-2 as soon as possible, jarak lumayan dekat jadi tidak memerlukan waktu yang lama, namun pada saat loading itu yang bikin lama.
Angkut personel (Avanza) sih enak aja cuman diisi orang yang bisa nyari tempat duduk sendiri, sedangkan kami yang menyandang air lifter (Hilux) harus menata cargo yang dibawa, pusing juga jadi load master, memperkirakan berat beban dan menempatkan barang seimbang mungkin agar tidak mengakibatkan masalah di udara nantinya, jangan sampai cargo yang dibawa terlalu berat ke depan atau ke belakang, kesamping kiri bahkan ke samping kanan nantinya bakal oleng tuh pesawat.
Waka mengangkat jempol dan menggoyang-goyangkan arti kita harus segera take off leaving RTU. Di radio wadan langsung isntruksi “Good night gentlemen, we’re in flight to RTB, Hilux U lead flight on this mission, Good night..!”
Gue langsung bales radio call dari leader “Roger that commander, Hilux with xxx as pilot and Fachrie as copilot, ready for take off in a minute…!” akhirnya kami leader dalam penerbangan Return To Base, Why...?? soalnya berat muatan berpengaruh pada kecepatan terbang kami, jadi waka akan menyesuaikan kecepatan kami dengan keputusan mengganti flight leader...
Prosedur sebelum take off diambil alih oleh xxx dan menyerukan beberapa perintah tambahan untuk persiapan terbang malam,
“Radio” , kubalas “Clear”
“Navigation” , “Set”
“GPS” , “on course”
“Full throttle for take off” , “roger that capt. , progress”
Mesin pun menderu keras dan sesaat kemudian kami sudah hover dan mengarahkan nose sesuai navigasi dan penerbangan malam pun kami lalui.
Tidak ada yang bisa dilihat kecuali titik-titik lampu dari perumahan penduduk sepanjang penerbangan…
Sehubungan dengan Hilux memiliki power lebih dari waka gue hampir lupa kalo waka di belakang ngos-ngosan ngejar kami, sesekali wakan meneriakkan “don’t leave me alone behind baby” ha…ha…ha…
Akhirnya ini bukan misis penerbangan malam melainkan tengah malam, sampai di base op jarum jam sudah menunjukkan tepat pukul
Yang lain sih enak tempat tinggal mereka masih di lingkungan sekitar base sedangkan gue..?? Artinya harus nahan kantuk dulu baru bisa istirahat. Xxx memanggil gue mau nanyai pulang kemana kalo mau nginap aja besok pagi baru pulang, namun gue sudah janji mau pulang malam itu juga ama orang rumah, akhirnya xxx memberikan kunci mobilnya,
“Bawa aja mobil, malam-malam gini dingin ga baik buat kesehatan, lagian besok pagi sepertinya kamu harus stand by untuk misi berikutnya…” , Alhamdulillah seruku ternyata leader dan sekaligus captain flight gue masih peduli dengan bawahan, yang bikin semangat lagi xxx bilang “minyaknya ga usah diisi…” , langsung gue respon “Roger Capt.” Ha…ha…ha….
Tutup kaca mobil nyalain AC low biar ada udara seger, dan tancap gas jurusan luar
Sampai di depan rumah sekitar jam 03 kuranglah, inget kalo belum sholat Isya, walaupun sudah lewat waktunya semoga saja bisa diterima oleh yang kuasa, langsung ambil wudhu dan dilanjutkan Tahajjud, “Alhamdulillah ya Allah kau berikan aku kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan misi ini dan misi-misi yang lainnya, walaupun sudah larut malam seperti ini aku masih tetap bersemangat, Allahuma afini fi badani, allahuma afini fi sam’i, allahuma afini fi basyari laillaha ila anta…”
Jumat, 02 Mei 2008
Akhirnya terbang lagi...
Ternyata ada dropping mission, awalnya tidak mengira jika bakal dapat tugas di misi tersebut, jadi santai-santai aja, pas komandan membeberkan personel" yang terlibat baru terperanjat dan menyadari kalo nama gue sendiri yang dipanggil yaaah...
Padahal di dalam masih banyak personel yang bisa diandalkan, selain itu masih ada perwira senior lainya yang seharusnya mengambil tugas ini. Tapi apa boleh buat keputusan komandan sudah ketuk palu apa boleh buat.
Akhirnya terbang lagi, setelah sekian lama grounded lantaran keterbatasan suku cadang dan dana pemeliharaan
Misi kali ini adalah dropping pasukan dan logistik, mengerahkan dua mobile air unit, yang 1 buat personel dan yang 1-nya buat equipment, destination di peta dengan kode Romeo-Tanggo-Uniform (RTU) itulah tujuan kami dan mesti dropping pasukan disana,
Dalam hati saya berpikir lagi "ah paling kali ini diminta bawa cargo" ternyata komandan lagi-lagi bikin kejutan "Fachrie bawa angkut personel...dan xxx bawa cargo sedangkan leadernya xxx"
xxx leader gue yang tidak bisa gue descripsikan disini (secret), callsign ditentukan karena angkut personal maka callsign gue "avanza" dan leader yang bawa cargo "hilux" jadi mirip merek mobil dengan brand Toyota, mentang" bawa orang jadinya avanza, sedangkan angkutan barang / pick up jadi hilux....he...he...he...kecut juga mikirnya...
Tugas gue adalah mengangkut saja tidak mengetahui kenapa harus didropping di RTU itu juga bukan urusan gue, yang penting tunduk pada perintah atasan, penumpangnya muda" aja jumlahnya kurang dari 10 orang tidak ada tampang orang penting seperti pejabat atau tamu negara jadi mungkin itu alasannya gue diperbolehkan bawa personel...yah itung" nambahin jam terbang...
Standar procedure untuk check all component, radio, bahan bakar, peta dll clear, report to dispatch ready on duty, take off deh..
Setengah jam setelah take off gue sengaja bikin manuver" ringan ke kanan dan ke kiri dari posisi leader, sepertinya bikin penumpang tidak merasa nyaman, sempat terdengar celetukkan penumpang di belakang "untung aku tadi udah minum antimo" dengan sigap kuhidupkan speaker phone "selamat siang disini capt. Fachrie, mohon maaf perjalanan Anda sedikit tidak nyaman, lantaran pilot in command Anda sekarang ini terbiasa bawa karung beras bukannya penumpang" dan langsung aja kontan terdengar cekikian di belakang.
Sampai di posisi perkiraan sempat holding and roung beberapa kali untuk memastikan Landing Zone akhirnya leader memerintahkan landing yah gue langsung cari spot terbuka dan mendarat dengan aman, sialnya udah jadi pilot jadi load master juga nih bantuin ngangkut barang...ha...ha...ha....
Sekitar 10 menit dropping selanjutnya leader meminta "direct flight captain, RTB!" otomatiss ikut perintah leader...karena untuk sementara ini dialah komandan di lapangan.
waktu berangkat leader terbangya lambat karena ada muatan, tapi pas pulang gue yang ngosngosan ngejar leader, ternyata pulangnya sepi...sendirian flight, leader juga demikian...mau buka radio fm kaya di mobil mana sampai freq-nya yah...nyanyi sendiri aja...
RTB,
"Base insight" akhirnya keluar dari leader yang artinya kita hampir sampai, kubalas dengan "Roger that lead, I'm ur wing"
selanjutnya leader contact tower, "Ulin tower, Hilux and Avanza dropping mission clear, RTB, requesting for landing",
dibalas oleh menara pengawas "go ahead Hilux and Avanza, direct on ur nest, both of you clear for landing, thank you!"
Landing skid touch ground dan marshaller meminta turn off engine, tugas gue selesai...
tinggal nunggu perwira teknik assist post flight check, tanda tangan dan ternyata ada amplop wah...alhamdulillah dapet charge nih he...he...he...langsung gue keluarin zakatnya, ambil selembar kasihkan ama prajurit teknik yang tugas assit post flight.
leader senyum-senyum mesem-mesem aja mukanya, dan gue langsung nepuk-nepuk perut gue...
leader langsung tertawa, "udah ah ayo kita ke rumah makan Padang..." he...he...he...
ternyata leader kelaperan juga...
Bravo



