Rabu, 21 Mei 2008

Succes story...

Punya tetangga cantik, rambut ikal dengan suara yang agak sayup bisa dibilang suaranya seksi, sering ketemu kalo lagi nyante di depan rumah masing” lantaran sebelahan cuman dibatasi pagar pembatas halaman doing jadi ngobrol jarak jauh dengan teriak-teriak aja, kadang dengan suaranya yang sayup” terdengar kujadikan bahan olokan. Namanya Ika. Yang seru adalah panggilan kami, gue manggil dia atau sebaliknya dia manggil gue dengan “pai” kependekan dari tupai, lantaran kami sering memperhatikan tupai liar yang sering nangkring di pohon yang tumbuh di pembatas halaman kami.

Kami satu Es-Em-A dia anak Bahasa dan gue jurusan IPA tapi ilmu agamanya yang bikin gue terpana. Sholatnya terjaga, selepas magrib sering terdengar suaranya melantunkan ayat-ayat al Quran dengan irama yang khas. Kadang-kadang terdengar bacaan yang diulang-ulang dengan penekanan tertentu, setelah diselidiki ternyata dia sedang mengajari anak-anak kecil baik adik, sepupu bahkan anak-anak tetangga untuk belajar mengaji.

Pernah ngobrol tentang cita-cita dengan Ika, dia ingin mendalami ilmu bahasanya bahkan beberapa bahasa di negaranya langsung sedangkan gue tetap seperti minat untuk menambah wawasan di dunia penerbangan.

Selepas SMA Ika melanjutkan study di kota dan kebiasaannya untuk selalu dekat dengan al Quran dan menjaga ibadahnya baik yang wajib maupun yang sunat , akhirnya Allah mendengar impiannya dan mengabulkannya.

Saat kami pisah selepas SMA cuman sms-an yang dapat menyatukan ifnormasi kami dan suatu saat gue lost contact dengan Ika, hingga akhirnya sms asing datang dengan nomor ponsel +4900xxx, gue baca “Pai apa kabar? Ini nomor gue, kapan kawin…?? Jangan lupa undangannya..!” , langsung aja gue balas…dan buru-buru mencari tahu nomor kode +49, dan dapat gue simpulkan bahwa nomer tersebut dari Eropa, persisnya German.

Subhannallah, Allah mengabulkan impiannya untuk belajar di sana, dengan program beasiswa dari pemerintah dan bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri. Tentunya sambil menyelam minum air bukan hanya bahasa yang digali ilmunya melainkan beberapa teknologi terkini seperti komputer hingga akhirnya yang dulu-dulunya Ika belajar ama gue justru sekarang gue yang sering konsultasi dengan dia.

Seiring firman Allah swt, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu mengagungkan dzatNya, malaikatNya, kitabNya dan Rasul”Nya, maka Ika sudah menikmatinya…

dedicated to : Bravo, Ka (Tupai / sQuirEL)

Selasa, 20 Mei 2008

terbang lagi (sambungan)

(Continued by last post)

Sebenarnya hari sabtu iti libur tapi kalo kena tugas piket apa mau dikata…?? Pas kebetulan memang ada kerjaan yang statusnya lemburan jadi stand by aja di base.

Udah jam 15:00 mau siap” pulang tapi dihadang ama komandan, terpaksa batal rencana pulang cepetnya…he…he…he…

Komandan memberikan duty call berupa lembaran tugas / task force bahwa hari ini ada misi penjemputan (pick point) personel yang gue drop kemaren…

Jam 15:30 para perwira senior berdatangan dan memenuhi ruang briefing, dan akhirnya gue dapat tugas lagi take off at 16:00 to RTU (Romeo Tanggo Uniform). Misi tentunya beda tapi yang ini pick point sedangkan yang kemaren itu dropping. Landing Zone udah ditentukan dan personel yang bertugas adalah gue, xxx dan zzz. Air Mobile Unit yang digunakan masih seperti kemaren akan tetapi aku tidak solo flight alias punya co-pilot alhamdulillah dapet tugas ama xxx untuk bawa cargo, sedangkan tugas angkut personel ditugaskan kepada zzz yang notabennya adalah wadan / waka he…he…he… Berhubung wadan ikut serta tentunya beliaulah yang jadi leader.

Kami take off persis 16:00, sebelum kami sudah ada team flight commander yang isinya para komandan dari beberapa divisi, dan agak aneh kenapa komandan yang duluan……??? Misi ini juga kami akan disupport oleh satu flight dari KD (Kilo Delta) yang take off dari arah utara, sedangkan kami dari arah selatan. Yang bingung lagi team back up kapan berangkatnya…??? He…he…he…


Sampai di RTU menjelang senja, gue pikir habis landing and park pasukan langsung loading dan take off RTB tapi ternyata dapat perintah untuk hold di LZ.

Hampir 4 jam kami menunggu, untunglah ditemani senior xxx jadi tidak membosankan. Perut kami laper dan gue sempat nyelutuk “Ndan kita nyari warung Padang lagi yuk…!” tawarku, senior xxx langsung ngakak…Selanjutnya kami bergabung dengan team lain dan perintah untuk menunggu pun tetap menjadi makanan…bosaaaaaan.

Di radio dapat info scramble dari komandan dan masing” dari kami kocar-kacir menuju mobile unit starting engine menuju LZ ke-2 as soon as possible, jarak lumayan dekat jadi tidak memerlukan waktu yang lama, namun pada saat loading itu yang bikin lama.

Angkut personel (Avanza) sih enak aja cuman diisi orang yang bisa nyari tempat duduk sendiri, sedangkan kami yang menyandang air lifter (Hilux) harus menata cargo yang dibawa, pusing juga jadi load master, memperkirakan berat beban dan menempatkan barang seimbang mungkin agar tidak mengakibatkan masalah di udara nantinya, jangan sampai cargo yang dibawa terlalu berat ke depan atau ke belakang, kesamping kiri bahkan ke samping kanan nantinya bakal oleng tuh pesawat.

Waka mengangkat jempol dan menggoyang-goyangkan arti kita harus segera take off leaving RTU. Di radio wadan langsung isntruksi “Good night gentlemen, we’re in flight to RTB, Hilux U lead flight on this mission, Good night..!”

Gue langsung bales radio call dari leader “Roger that commander, Hilux with xxx as pilot and Fachrie as copilot, ready for take off in a minute…!” akhirnya kami leader dalam penerbangan Return To Base, Why...?? soalnya berat muatan berpengaruh pada kecepatan terbang kami, jadi waka akan menyesuaikan kecepatan kami dengan keputusan mengganti flight leader...

Prosedur sebelum take off diambil alih oleh xxx dan menyerukan beberapa perintah tambahan untuk persiapan terbang malam,

“Radio” , kubalas “Clear”

“Navigation” , “Set”

“GPS” , “on course”

“Full throttle for take off” , “roger that capt. , progress”

Mesin pun menderu keras dan sesaat kemudian kami sudah hover dan mengarahkan nose sesuai navigasi dan penerbangan malam pun kami lalui.

Tidak ada yang bisa dilihat kecuali titik-titik lampu dari perumahan penduduk sepanjang penerbangan…

Sehubungan dengan Hilux memiliki power lebih dari waka gue hampir lupa kalo waka di belakang ngos-ngosan ngejar kami, sesekali wakan meneriakkan “don’t leave me alone behind baby” ha…ha…ha…

Akhirnya ini bukan misis penerbangan malam melainkan tengah malam, sampai di base op jarum jam sudah menunjukkan tepat pukul 02:00 pagi. Bongkar muatan dan post flight dan laporan mau warming up mesin Scorpio kesayangan dulu soalnya gue pulang ke rumah masih 40 km dari base dan makan waktu sekitar 1 jam perjalanan…

Yang lain sih enak tempat tinggal mereka masih di lingkungan sekitar base sedangkan gue..?? Artinya harus nahan kantuk dulu baru bisa istirahat. Xxx memanggil gue mau nanyai pulang kemana kalo mau nginap aja besok pagi baru pulang, namun gue sudah janji mau pulang malam itu juga ama orang rumah, akhirnya xxx memberikan kunci mobilnya,

“Bawa aja mobil, malam-malam gini dingin ga baik buat kesehatan, lagian besok pagi sepertinya kamu harus stand by untuk misi berikutnya…” , Alhamdulillah seruku ternyata leader dan sekaligus captain flight gue masih peduli dengan bawahan, yang bikin semangat lagi xxx bilang “minyaknya ga usah diisi…” , langsung gue respon “Roger Capt.” Ha…ha…ha….

Tutup kaca mobil nyalain AC low biar ada udara seger, dan tancap gas jurusan luar kota, Baby I’m to home…

Sampai di depan rumah sekitar jam 03 kuranglah, inget kalo belum sholat Isya, walaupun sudah lewat waktunya semoga saja bisa diterima oleh yang kuasa, langsung ambil wudhu dan dilanjutkan Tahajjud, “Alhamdulillah ya Allah kau berikan aku kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan misi ini dan misi-misi yang lainnya, walaupun sudah larut malam seperti ini aku masih tetap bersemangat, Allahuma afini fi badani, allahuma afini fi sam’i, allahuma afini fi basyari laillaha ila anta…”

Jumat, 02 Mei 2008

Akhirnya terbang lagi...

Kemarin Jumat 2 May 2008, ngantor seperti biasa, libur 2 hari (kamis tanggal merah tapi rabunya meliburkan diri lantaran ujan deras sepanjang hari), Jum'at males juga masuk tanggung sih, tapi akhirya justru ada briefing di ruang komandan.

Ternyata ada dropping mission, awalnya tidak mengira jika bakal dapat tugas di misi tersebut, jadi santai-santai aja, pas komandan membeberkan personel" yang terlibat baru terperanjat dan menyadari kalo nama gue sendiri yang dipanggil yaaah...

Padahal di dalam masih banyak personel yang bisa diandalkan, selain itu masih ada perwira senior lainya yang seharusnya mengambil tugas ini. Tapi apa boleh buat keputusan komandan sudah ketuk palu apa boleh buat.

Akhirnya terbang lagi, setelah sekian lama grounded lantaran keterbatasan suku cadang dan dana pemeliharaan
Misi kali ini adalah dropping pasukan dan logistik, mengerahkan dua mobile air unit, yang 1 buat personel dan yang 1-nya buat equipment, destination di peta dengan kode Romeo-Tanggo-Uniform (RTU) itulah tujuan kami dan mesti dropping pasukan disana,

Dalam hati saya berpikir lagi "ah paling kali ini diminta bawa cargo" ternyata komandan lagi-lagi bikin kejutan "Fachrie bawa angkut personel...dan xxx bawa cargo sedangkan leadernya xxx"
xxx leader gue yang tidak bisa gue descripsikan disini (secret), callsign ditentukan karena angkut personal maka callsign gue "avanza" dan leader yang bawa cargo "hilux" jadi mirip merek mobil dengan brand Toyota, mentang" bawa orang jadinya avanza, sedangkan angkutan barang / pick up jadi hilux....he...he...he...kecut juga mikirnya...
Avanza

inside Hilux

Tugas gue adalah mengangkut saja tidak mengetahui kenapa harus didropping di RTU itu juga bukan urusan gue, yang penting tunduk pada perintah atasan, penumpangnya muda" aja jumlahnya kurang dari 10 orang tidak ada tampang orang penting seperti pejabat atau tamu negara jadi mungkin itu alasannya gue diperbolehkan bawa personel...yah itung" nambahin jam terbang...

Standar procedure untuk check all component, radio, bahan bakar, peta dll clear, report to dispatch ready on duty, take off deh..

Setengah jam setelah take off gue sengaja bikin manuver" ringan ke kanan dan ke kiri dari posisi leader, sepertinya bikin penumpang tidak merasa nyaman, sempat terdengar celetukkan penumpang di belakang "untung aku tadi udah minum antimo" dengan sigap kuhidupkan speaker phone "selamat siang disini capt. Fachrie, mohon maaf perjalanan Anda sedikit tidak nyaman, lantaran pilot in command Anda sekarang ini terbiasa bawa karung beras bukannya penumpang" dan langsung aja kontan terdengar cekikian di belakang.

Sampai di posisi perkiraan sempat holding and roung beberapa kali untuk memastikan Landing Zone akhirnya leader memerintahkan landing yah gue langsung cari spot terbuka dan mendarat dengan aman, sialnya udah jadi pilot jadi load master juga nih bantuin ngangkut barang...ha...ha...ha....

Sekitar 10 menit dropping selanjutnya leader meminta "direct flight captain, RTB!" otomatiss ikut perintah leader...karena untuk sementara ini dialah komandan di lapangan.

waktu berangkat leader terbangya lambat karena ada muatan, tapi pas pulang gue yang ngosngosan ngejar leader, ternyata pulangnya sepi...sendirian flight, leader juga demikian...mau buka radio fm kaya di mobil mana sampai freq-nya yah...nyanyi sendiri aja...

RTB,
"Base insight" akhirnya keluar dari leader yang artinya kita hampir sampai, kubalas dengan "Roger that lead, I'm ur wing"
selanjutnya leader contact tower, "Ulin tower, Hilux and Avanza dropping mission clear, RTB, requesting for landing",
dibalas oleh menara pengawas "go ahead Hilux and Avanza, direct on ur nest, both of you clear for landing, thank you!"

Landing skid touch ground dan marshaller meminta turn off engine, tugas gue selesai...
tinggal nunggu perwira teknik assist post flight check, tanda tangan dan ternyata ada amplop wah...alhamdulillah dapet charge nih he...he...he...langsung gue keluarin zakatnya, ambil selembar kasihkan ama prajurit teknik yang tugas assit post flight.

leader senyum-senyum mesem-mesem aja mukanya, dan gue langsung nepuk-nepuk perut gue...
leader langsung tertawa, "udah ah ayo kita ke rumah makan Padang..." he...he...he...
ternyata leader kelaperan juga...

Bravo

Minggu, 13 April 2008

on the road

Dapet tugas buat keluar kota (Balikpapan) tapi bawa boil ndiri, kebetulan dapat tugas buat 3 orang yang awalnya 5 tapi ntah kenapa management hanya bisa approve 3 orang aja, ya udah gw, pa' Darmawan dan pa' Mahdi berangkat 6 April on the road.

Kita pake Escudo 2.0 punya pa' Mahdi aja karena medan yang bakal dilewati lumayan extrem (pegunungan) yah sesuai cc yang dianut 2000 kan lumayan buat nanjak di gunung. Tadinya mo' pake Nissan Grand Livina tapi mengingat badannya agak kurang tinggi kita batalin, pake Toyota Hilux juga lantaran baru keluar dari dealer dan izin keluar kota agak sulit bikinnya ya udah 2.0 aja kita gasak,


Untungnya semuanya driver jadi bisa gantian istilahnya ganti medan ganti driver, diawali P' Mahdi dari Bjb ke Tjg dan kebetulan kita sampe Tanjung kemaleman dan masih belum tau medan yang dilalui kita tetapkan untuk menginap semalam di Tanjung, yah lumayan gue pulang kampung tapi tetap aja ga boleh pulang diminta nemanin mereka di Hotel Jelita he...he...he...ceritanya pulang dengan uang perjalanan dinas...

Pagi 7 April persiapan warming up engine, terus sarapan berhubung gue pernah melewati daerah trans Balikpapan kadi sarapannya agak banyakan he...he...kebetulan emang laperrr...
driver kedua diserahkan ama gue bawa dari Tanjung-Bpp.

Yah nanjak itu udah makanan setiap jalan ditambah tikungan, dan keadaan jalan yang tidak bersahabat di perbatasan kalsel tapi udah lumayan terobati di atas kaltim justru jalan mulus yang kita lewati. Turunan yang curam bukannya Escudo direm tapi justru digeber walau cuman bisa 60-80 kpj yang namanya gunung apa boleh buat, yang bikin kesel pas mau mantau kecepatan di turunan pas di ujung" jalannya apda berlubang wah stress juga bertarung melawan keadaan jalan, akhirnya harus nanjak pake gigi 1 waaaah...
udah gitu ampe di atas ketemu fuso ama tronton lagi mana susah nyaipnya...ya lengkaplah penderitaan...

Alhamdulillah atas kerja sama team kita bisa melewati, p' Darmawan sebagai Navigator selalu siap melayani konsumsi energy drink well...done.

Ampe simpang Kuaro juga masih demikian, mereka tetap meminta gue jadi PIC dan langsung aja tancap ampe Penajam, perjalanan 6 jam lumayan bikin pegel nih pantat...

Ampe di penyebrangan mata gue ngantuk berat, akhirnya ganti ama p' Mahdi lagi dan kita langsung take off to Samarinda....wow ketemu gunung ama perbukitan lagi tentunya pegunungan / bukit Soeharto. Malam akhirnya sampae Samarinda dan langsung di-guide ama Ayub yang menggunakan Toyota Rush ke Swiss Bell Hotel, yah cape di badan bisa terobati lantaran service hotel sangat memuaskan...

Muter samarinda nyelesaikan tugas, Escudo udah tidak berbentuk, semuanya pada becek lantaran gue bawa ugal"an he...he...titipin di pencucian dan dapat escort baru sama Escudo juga tapi backup dari Samarinda langsung, kebetulan temen" lama menetap di sana. Ngajakin ke Tenggarong dan apa boleh buat tancap gas...

Sehari Samarinda sorenya kita tancap lagi balik k Balikpapan dan nginap di Novotel, yah cape ilang lagi lantaran bisa makan sepuasnya di food court he...he...he...

08 April 2008, Lagi" muter Balikpapan sesuai perjalanan dinas ke Divre dan Datel Balikpapan dan lainnya, tentnunya sangat melelahkan, terpaksa istirahat nambah satu malem lagi di Novotel dan besok paginya take off lagi back to Bjb.

09 April 2008, Cape tidak terasa lantaran rekan" yang on the road sering bercanda jadi feelnya happy melulu, lagian mereka ber-2 statusnya udah ustadz jadi dikit" kita dzikir, sholat baik wajib dan sunat dikerjain bersama terus... wah indahnya perjalanan ini...

Pagi setelah breakfast di food lounge Novotel kita udah persiapan untuk makan lebih banyak he...he...he...
P' Mahdi masih ambil posisi, awalnya ampe ferry aja tapi pas nyebrang ngisi BBM ampe kuaro pun beliau masih mau bawa Escudo-nya, awalnya sih gue berharap terusin aja ampe Tanjung sekalian jadi gue tidur aja di belakang he...he...he...

Lagi asyik" dan enak"nya menikmati perjalanan p' Mahdi langsung banting setir ke pinggiran jalan "gue lapar, kita cari warung makan tapi selanjutnya kan pegunungan jadi Fachrie yang bawa...he...he..." sambil cengengesan beliau menyerahkan kunci mobil denan seenaknya,

Ketemu warung, wah nikmatnya tidak terbayang, makan nasi dari beras gunung dan ikannya menangin laut wah serasa kembali ke alam lalu, kan selama ini makanannya ala eropa terus"an di hotel...hi...hi...hi...mungkin ga cocok ama perut jadi kita pada nambah semua makannya...

Alhamdulillah ampe Tanjung mampir ke rumah kita selamat, dan dilanjutkan PICnya P'Darmawan he...he...he..naigator juga pengen bawa lagian kapan beliau bawa mobilnya??? selama ini kan p Darmawan cuman duduk manis he...he...he.... well gue temanin di sebelah jadi navigator kebetulan lewat Amuntai yang notabene jalannya pada sempit.

Dan tidak berlangsung lama kita kemaleman di jalan lagi ampe Rantau akhirnya pa' Darmawan ganti posisi juga "mata tua nih susah liat jalanan lantaran lampu mobil dari seberang terdifraksi..." ya udah gue lagi yang bawa ampe Banjarbaru.

Asyiek juga on the road, di atas pegunungan buka kaca matiin AC kebetulan suasananya mendung wah...segerrr...
it's our experience using Escudo 2.0,
I think no more fear in the next road

Minggu, 23 Maret 2008

Why always monday...???

Libur Maulid ama Paskah ditambah kejepit nasional tapi sebenarnya dari kantor Sabtu emang diliburin yah di rumah bethe juga,
Dapat libur panjang istri pada minggat ke Bali ama rombongan kantor selama libur itu yah terpaksa benahin rumah ndiri...

Sebelum berangkat dapat wanti" dari nyonya , kalo nanti disiapkan segala sesuatunya tentang perlengkapan rumah yang baru, he...he...he...udah pindah rumah yang baru nih, tapi belon ada antena televisi jadi selama ini nonton vcd / dvd mulu..., terus nyonya minta dibikinin jemuran, minta ranjang ama lemari lengkap beserta alat" sholat yang dibayar tunai...

Semua beres alias all clear, tadi malem nyonya datang minta dijemput dan lumayan dapat oleh" Baju ama Sendal khas JOGERrrrr yang tiada duanya.

Well ujan terus"an bikin suasana dingiiiin, apalagi jalanan hampir semuanya jadi genangan maklum ruko disana-sini menjamur tapi tanpa good planning drainage jadinya becek dah jalanan,
takut sepatu kotor ngantor pake sendal jepit aja, pas sampe kantor masya allah kaki gue kaya baru datang dari sawah, jaket kulit yang item jadi coklat, iya kalo coklatnya rata, cuman di depan doang yah untunglah bawa baju kerja ganti so' hari ini executive personel di office...pakaian preman aja ga pake seragam paspampres he...he...he...sempat dipelototin ama CEO juga sih...CUEX...
kebetulan boss sedang ada workshop di luar kota, yaaaa kantor jadi serasa milik sendiri lagi he...he...he..

Kemaren muter" ketemu toko onderdil dan coba nanya busi motor dan dikasih ama tachi (chiness shopkeeper callsign) yang merk Shinakawa, lumayan juga warna hitam dengan kepala catut tiga arah, pas dipasang mesin rada aneh bunyinya tapi skeali starter (kick) mesin nyala...

Rabu, 12 Maret 2008

12 Maret

Thanks buat ade" yang udah ngucapin ama doain gw moga panjang umur ama murah rezeki, no more killer class, gw Amien-in aja dan kalian semua juga mendapatkan hal yang sama semoga sukses juga,
Tapi mohon maaf acara makan" batal dulu lantaran Scorpio gw dalam keadaan kritis...hiks.....hiks....hiks....


Buat yayang di rumah, thanks banget...udah nyiapain sarapan tiap pagi, bangunin tiap subuh, ngasih ciuman sayang buat semangat di jalan...wow its never gonna changed...


Tapi kalo dipikir" sehari semalam = 24 jam, kita hidup / sadar cuman 2/3nya alias sekitar 16 jam saja tiap harinya, sisa 1/3 (8 jam) dipake buat istirahat tentunya tidur di malam hari...

Sekarang jika dibayangkan hamba udah hidup di muka bumi ini selama 27 tahun jika dikurangi 1/3-nya maka waktu hamba selama ini untuk tidur saja udah makan waktu 9 tahun, sedangkan selama 18 tahunnya lagi seberapa banyakkah pahala yang sudah kuperbuat untuk bekal hari selanjutnya menfhadapMu ya Allah...

yang ada justru hamba bergelimang dengan dosa ya Allah,
Ya Allah ya Rabbi, ampunilah segala dosa" hamba, tingkatkanlah keimanan hambamu ini ya Allah, ringankanlah langkah kaki hamba ini untuk menuju surau, langgar dan masjidMu ya Allah,
biarkanlah jemari tangan ini membuka helai demi helai lembaran al Quran, biarkanlah mata ini selalu melihat untaian bait demi bait huruf-huruf al Quran, biarkanlah otak ini untuk mengungkap makna dan kandungan dari Al Quran, biarkanlah suara ini dengan lantang mengumandangkan ayat-ayat suci al Quran,
basahilah bibir ini dan mudahkanlah mulut ini selalu menyebut asmaMu Ya Allah, dan jadikan semua aktifitasku menjadi nilai ibadah baik untuk diri hamba sendiri maupun orang lain,

Ya Allah berikan petunjuk dan hidayahmu kepada para pemimpin bangsa ini, berikanlah mereka jiwa yang besar, arif dan bijaksana, jadikan lah mereka khalifah yang menuntun kami menuju pintu surga Mu ya Rabb,

Tuntunkanlah anak-anak dan siswa/i kami Ya Rabb,
jadikanlah mereka berguna bagi bangsa dan negara serta agama,
jadikanlah mereka orang" yang sholeh dan sholehah,
jadikan mereka orang" yang berbakti kepada orang tua mereka, berbakti kepada guru" mereka, berbakti kepada bangsa dan negara,
jadikanlah mereka orang" yang berkualitas,
jadikanlah mereka bibit yang unggul di bidang mereka masing-masing,
jadikan mereka generasi penerus kami, generasi yang melanjutkan tongkat estafet pembangunan cita-cita kami, yang meneruskan perjuangan kami Ya Allah,
jadikan mereka orang" yang dekat dengan Al Quran, orang" yang dekat dengan ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah,
dekatkanlah hati mereka dengan al Quran, gerakkanlah badan mereka senantiasa dengan sholat,
jadikanlah mereka khalifah yang memimpin bangsa ini...
tunjukkanlah kepada mereka jalan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah dan berikan pula mereka kekuatan untuk menjauhi kesalahan tersebut...

Ya Allah Ya Rabbi, hanya itu yang bisa kupanjatkan kepadaMu, di hari ulang tahunku...

pusiiiiing

Kenapa kerjaan selalu ada dan menumpuk...?? mungkin inilah kompensasi jika cuman 5 hari kerja,,,
apalagi belakangan ini banyak libur weekend panjang akhirnya banyak juga kehilangan waktu yang berharga dan tidak mungkin bisa kembali lagi...

Kemaren kedatangan tamu dari Netherland, yah mereka cuman mo nitip anak mereka di didik di lembaga kami lumayanlah bisa nerapin English Day di kantor ama siswa juga...

Pas mau pulang kemaren motor jadi rada g enak dipake tuh, mesin g stabil, pas dirasa" ada bunyi" aneh di perputaran mesin dan rantai,

sempat cek kebagian dalam ternyata gear / sprocket depan udah lancip waaaa...bahaya dunk..

Tadi pagi Scorpio dibawa ke bengkel, nanya" harga gear /set ternyata bikin keder juga, sempat naik darah juga denger harganya, ga tau dari bahan apa yang jelas dengan banderoll Rp. 760.500,- yaaaaah, kabur aja ke pasar murah...

oprak-oprek dapat juga yang tiruan, harganya lumayan extreem Rp. 90 rebu...yah daripada mikirnya kelamaan, dan faktor kebutuhan mending beli aja dulu urusan kualitas belakangan, moga aja ada duitnya nanti buat beli yang baru...

Tuh bagi yang punya Scorpio-Z kudu dipikirin tuh spare part tahun kemaren g sempet segitu koq harganya, mungkin gara" BBM langka, kedele import terus harga" pasar ikutan follow up...
aduuuuuh Indonesia, kapan makmurnya...???